kitridewi
female - 41 years, Surabaya, Indonesia
Blog / Tags / Abrahamic Religions
Blog messages with the tag 'Abrahamic Religions':
-
Yahudi - Kristen - Islam - Dari Satu Kubu Abraham
Ini tulisan saya di BlogBerita. Selengkapnya ada di sini:
http://blogberita.net/2008/06/22/islam-kristen...
Oleh Kitri Dewi — Agama Islam, Kristen, dan Yahudi berasal dari “satu kubu: kubu Abraham”, tapi justru umatnya sering bertengkar.
Dua minggu lalu Blog Berita mendapat surat dari seorang pembaca — tidak kutulis namanya karena aku belum meminta izin padanya. Dia tinggal di Jerman bersama isterinya dalam rangka kuliah master. Dia Batak muslim seperti aku. Dia menulis: “Banyak sekali situs dan blog yang menceritakan tentang budaya Batak, namun kurasa tidak semua baik atau benar. Banyak tulisan yang sifatnya bukan menjalin tali persaudaraan tapi justru sebaliknya, bahkan banyak juga saya jumpai blog orang Batak yang sifatnya provokatif terhadap agama tertentu.”
Dia sepaham dengan aku bahwa orang Batak harus bersatu bukan semata-mata karena memeluk agama yang sama, tapi karena kebatakan. Kubalas suratnya: “Kau Batak, aku Batak, dia Batak, mereka Batak; maka kita harus bersatu supaya lebih kuat. Lebih jauh lagi: Kau orang Indonesia, aku manusia, dia keturunan Adam, mereka pun ciptaan Tuhan; maka semua orang tidak boleh saling menyakiti, dan harus saling mencintai.”
Prinsipku itu tidak berbeda dengan apa yang ditulis pembaca Blog Berita lainnya, Kitri Dewi, saat mengomentari artikel Mustahil orang Kristen bisa menjawab. Dewi menulis opininya dari perspektif sejarah agama. Sangat bagus, aku suka membacanya. Berikut ini adalah pendapat Kitri Dewi selengkapnya, kukutip secara utuh tanpa diedit, sementara judul di atas adalah bikinan Blog Berita.
Saudara-saudaraku,
Sebenarnya, baik pemeluk agama Islam maupun Kristen pada dasarnya ada 3 kelompok manusia berdasarkan pengalaman, pengertian, dan kedewasaan iman masing-masing sebagai individu maupun jemaat.
Kelompok 1 adalah mereka yang hanya beragama Islam atau Kristen tetapi hanya sebatas KTP nya saja karena di Indonesia orang HARUS punya agama. Titik. Kelompok ini tidak suka membicarakan agama, agama orang lain maupun agamanya sendiri. Begitu ada orang beragama lain yang datang dengan baik dan penuh kasih, sehingga menggerakkan hatinya, akan sangat mudah bagi kelompok ini untuk pindah agama. Bisa karena memang hati yang tergerak (dan kalau ini saya percaya ada camour tangan Tuhan sendiri) ada pula yang hanya melihat karena lebih menguntungkan.
Kelompok 2 adalah mereka yang mengaku setia kepada agama sebagai ideologi yang harus dibela, disakralkan (agamanya yang disakralkan dan dimuliakan), mengaplikasikan agama secara logika, sebatas ritual, dan emosional, tetapi sebenarnya tidak mengenal Allah dan kebenaranNya, sifat dan karakterNya, kehendakNya, melalui apa yang difirmankanNya di dalam kitab suci masing-masing.
Kelompok ke 3 adalah mereka hatinya benar-benar melekat kepada Allah, yang mencari Allah dengan segala kebenaranNya, kemuliaanNya, sifat-sifatNya, karakterNya, kehendakNya, melalui semua yang difirmankanNya di dalam kitab suci masing-masing. Kelompok ini lebih asyik mendengarkan apa kata Tuhan daripada apa kata manusia melalui pengalaman rohaninya menikmati kebaikan dan kemuliaan Tuhan di dalam perjalanan hidupnya.
Sama dengan ketika pemeluk agama Islam dilecehkan oleh kartunis Denmark, melalui film Fitna, dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa pelecehan agama Islam, reaksi pemeluk agama Islam inipun juga berbeda-beda. Orang Islam kelompok 1 reaksinya cuek, kelompok 2 demo besar besaran bahkan ada yang menghalalkan darah orang yang sudah melecehkan, tetapi kelompok 3 tetap asyik menjalankan ibadahnya kepada Tuhan karena percaya kemuliaan Allah tidak akan sedikitpun berkurang hanya karena ulah manusia, dan tetap menjaga hati masing-masing agar tetap bersih dan berkenan bagiNya.
Demikian pula ketika kekristenan dilecehkan atau diserang, 3 kelompok yang mengaku Kristen ini mengambil sikap berbeda-beda sesuai level kedewasaan iman mereka.
Saya mengatakan “kelompok” ini bukan dalam pengertian sebagai organisasi gereja tertentu, tetapi lebih pada pengalaman dan kedewasaan iman dan pengertian masing-masing orang Kristen sebagai individu, yang saya lihat memang ada 3 kelompok besar, terlepas dari gereja atau organisasi kekristenan manapun.
Orang Kristen kelompok 1 yang hanya sebatas Kristen KTP, akan cuek karena tidak tahu menahu, wis embuh, terserah orang mau ngomong apa, EGP, ATAU kemudian pindah agama lain ketika ada orang lain yang menawarkan agama lain yang dia lihat lebih menguntungkan.
Kelompok orang Kristen no 2, karena melihat kekristenan sebagai agama dan ideologi yang harus dibela tetapi sebenarnya tidak pernah mencoba mengerti apa yang benar dihadapan Allah, akan bereaksi keras, seolah-olah sudah didzolimi. Mereka akan ganti menjelek-jelekkan agama orang yang melecehkan, bersikap sama menjadi arogan dan seolah-olah dia dan agamanya yang paling benar dari konteks manusia.
Kelompok orang Kristen yang ke 3 memandang kekristenan bukan sebagai agama, tetapi lebih pada relationship with the Living God. Kelompok Kristen yang seperti ini (again, terlepas dari organisasi dan gereja kristen yang manapun) lebih tertarik mencari hadirat Allah, mendengarkan Tuhan mengatakan apa daripada apa yang dikatakan manusia dan dunia, sehingga pada saat hatinya tergoda untuk berontak tidak terima dengan pelecehan itu, mereka merefer kembali kepada bagaimana dan apa sikap Yesus pada saat dihina, dilecehkan, dipermalukan, disiksa, dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi dan Romawi.
Kelompok ini bukannya tidak merasa gusar dengan semua penyerangan dan pelecehan, bukannya takut membalas karena minoritas, tetapi mereka percaya bahwa Yesus sudah mengalami yang lebih dasyat, lebih sakit, lebih memalukan, tetapi Yesus setia sampai mati dan bangkit lagi, demi melepaskan mereka [yang percaya] dari cengkeraman kuasa dosa dan maut. Itu sebabnya secara rohani, walaupun mereka gusar dan sebenarnya bisa berbuat sesuatu, mereka bertahan untuk taat kepada kemimpinan Yesus, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mengampuni orang-orang yang melecehkan karena orang-orang ini tidak mengerti, dan menjaga agar hati tetap bersih dari segala kepahitan. Kelompok orang Kristen yang ini, justru berkeyakinan bahwa bila mereka membalas dengan ganti melecehkan apalagi sampai menumpahkan darah, itu akan menyedihkan Tuhan, itu adalah pemberontakan terhadap perintah Allah Yang Maha Tinggi, bahwa hanya Allah saja yang berhak untuk membalas.
Ini pula sebabnya, di kalangan orang Kristen tidak ada ajaran untuk menganggap orang Yahudi sebagai musuh, walaupun secara perhitungan manusia, harusnya orang Kristen lah yang lebih benci kepada orang Yahudi karena orang Yahudi lah (selain orang Romawi) saat itu yang merendahkan, mempermalukan, menghina, melecehkan, dan membunuh Yesus dengan cara seperti orang terkutuk.
Selain karena ketaatan kepada keteladanan Yesus, orang Kristen kelompok ini memahami dan percaya bahwa secara rohani melalui Abraham (Ibrahim) sebagai bapa rohani mereka, orang Yahudi dan orang Islam adalah saudara. Orang Kristen yang membaca Alkitab akan tahu sejarah dan akan menghormati sesama pemeluk agama Allah sejak mulai Abraham. Kekristenan lahir justru setelah kematian Yesus, demikian pula Islam ada setelah ada Nabi Muhammad.
Pada awalnya hanya ada 2 kelompok bangsa yaitu bangsa yang menyembah dan mengorbankan persembahan darah kepada banyak dewa (kafir), dan bangsa yang menyembah satu Tuhan, Yang Maha Kuasa Allah Abraham, Allah Ismael, Allah Iskak, Allah Yakub (Israel). Catatan: Israel tidak identik dengan Yahudi. Disebutkan di Alkitab maupun Al Quran, bahwa yang disebut sebagai Israel adalah Yakub (jadi berbeda dengan Negara Israel jaman sekarang ini), yang disebut bangsa Israel di Alkitab maupun AL Quran adalah Yakub, anak Iskak, cucu Ibrahim, dan bangsa keturunannya. Yakub (Israel) sendiri punya 12 keturunan dan dari 12 keturunan inilah ke 12 bani Israel ada, salah satunya Yehuda (Yahudi).
Ismael anak Abraham dari Ibu Hagar (Hajar) dan Iskak anak Abraham dari Ibu Sara. Iskak menurunkan Yakub (Israel) Yakub menurunkan Yusuf (selain 11 saudara lainnya, salah satunya Yehuda yang menurunkan bangsa Yahudi). Dari keturunan Yehuda ini setelah kesekian puluh lahir Daud AS, yang menurunkan Salomo (Sulaiman AS) dan pada keturunan ke 14 setelah Daud lahirlah Yesus melalui perawan Maria (Maryam).
Israel artinya “Pangerannya Elohim/Allah” (maksudnya yang disayang oleh Allah), Ismael artinya Yang didengarkan oleh Allah. Seperti keturunan Abraham yang lain, Ismael juga diberkati sebagai bapa dari bangsa yang besar, dan setelah sekian puluh keturunan, dari Ismael ini lahir Muhammad yang mengajarkan Islam.
Jadi menurut hemat saya, orang Kristen yang menjadi gusar termasuk yang menjadi pahit dan mengeluarkan kata-kata hujatan di forum ini, sebenarnya sudah mengingkari identitas kekristenannya.
Secara keimanan memang ada beberapa hal fundamental yang berbeda, tetapi orang Kristen dan Islam, (termasuk pemeluk agama Yahudi) bila berhadapan satu sama lain hendaknya mengingat sejarah bukan hanya sejak jaman Musa, Yesus atau jaman Muhammad, tetapi ditarik lagi jauh ke belakang pada jaman Ibrahim, dan ditarik lagi jauuuh ke depan bahwa kita sama-sama menantikan kedatangan Yesus (Isa al Masih) yang ke dua kalinya untuk memerintah dengan kasih dan damai sejahtera. Orang Islam maupun Kristen sama-sama mengimani bahwa kelak Setan (Dajjal) akan dikalahkan oleh Isa (Yesus).
Pada saat itulah semua kebenaran yang sejati akan terbuka dan menjembatani semua perbedaan selama ini, kita akan dikembalikan lagi seperti jaman Ibrahim, dipersatukan lagi sebagai satu jemaat umat Allah Yang Maha Kuasa. Dengan begitu kita akan melihat satu sama lain sebagai saudara, bukan saingan, bukan musuh, bukan untuk dijelekkan, bukan untuk direndahkan satu dari yang lainnya, tetapi untuk dikenal dan dipahami satu sama lain tanpa menghakimi. Allah sendiri yang akan menghakimi.
Demikian saudara-saudaraku. Terima kasih. -
KEMBALINYA ISA AL MASIH MENURUT AL QURAN DAN AL HADIST (4)
KEMBALINYA AL-MASIH 'ISA DI AKHIR ZAMAN
sumber: www.answering-islam.org
(Part 4)
BAB 4: YANG TANPA BANDINGNYA
Dari pembahasan Hadis kita dalam tiga bab di atas, adalah jelas bahwa para pemeluk Islam di awal perkembangan Islam, termasuk Nabi Muhammad, saw., sendiri, sangat menghormati sekali Isa Al Masih. Dengan hanya seketika dan dengan mudahnya mereka memahami bahwa Isa Al Masih akan melenyapkan si Dajjal, di samping memperbaharui secara menyeluruh semua ciptaan Allah, hal ini merupakan suatu pertanda bahwa mereka begitu tinggi menempatkan Isa Al Masih dalam pikiran dan lubuk hatinya.
Jika kita kumpulkan kesan-kesan yang telah kita dapatkan sampai saat ini tentang kedatangan kembali Isa Al Masih, maka bisa dirangkum menjadi kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut:
1. Di Hari Kiamat, kejahatan akan merajalela di dunia di mana Islam akan luntur dan Al-Qur'an akan kembali ke langit. Doa-doa mati, tidak terjawab atau terkabul.
2. Si Dajjal akan muncul menipu manusia di dunia. Tipuannya akan merupakan yang terbesar menyerang kebenaran yang hak dari Allah di setiap saat. Orang-orang yang beriman lebih merindukan mati untuk menghindari cobaan si Dajjal di mana kekuasaannya sangat besar sampai-sampai mereka yang ada di dalam kubur pun beriman kepadanya.
3. Orang yang akan menguasai si Dajjal haruslah orang yang lebih kuat darinya. Orang tersebut adalah Isa Al Masih, yang akan dikirim Allah dari Syurga untuk tujuan ini.
4. Ketika si Dajjal melihat Isa Al Masih, ia akan larut seperti garam larut dalam air. Isa Al Masih akan menghancurkan kekuasaan kejahatan yang terbesar dalam sejarah umat manusia ini dengan sekali pandang saja.
5. Setelah ia menghancurkan si Dajjal, Isa Al Masih akan memutarbalikkan arus kejahatan ini dan meningkatkan kesolehan manusia. Di dunia yang sarat dengan doa-doa yang tidak terkabul, ia akan 'sanggup memanjatkan doa sebenarnya' yang boleh memulihkan hati umat manusia. Ia akan menghakimi dan memperbaharui keadaan dunia.
6. Isa Al Masih akan mengambil alih kepemimpinan politis dan rohani di seluruh dunia. Ia akan tetap mempertahankan kesucian dan memimpin sembahyang yang benar. Di bawah kekuasaannya, kebencian dan permusuhan akan hilang, penyakit dan kematian akan lenyap, dan alam semesta akan diperbaharui dengan keselarasan yang sempurna.
7. Isa Al Masih akan melaksanakan pekerjaan ini sendiri tanpa bantuan orang ataupun malaikat.
8. Isa Al Masih akan menjadi sumber rahmat dan kebahagiaan bathin bagi semua orang yang menyentuhnya. Oleh karena itu, kerinduan orang-orang yang sangat dalam untuk memuja maupun mengabdi kepada Khaliknya akan dipuaskan sepenuh-penuhnya, dan pada waktu itu, Allah akan menerima semua penyembahan sejati yang layak diperoleh-Nya.
Singkatnya, bila Isa Al Masih turun dari langit, bumi akan terang benderang dengan Nur Ilahi. Orang-orang yang beriman terdahulu dengan jelasnya melihat hari-hari di mana Isa Al Masih akan datang kembali ke dunia yang sangat cantik dan agung serta mulia—Firdaus yang mendatang di bumi .
Kesemuanya yang diungkapkan tersebut akhirnya meninggalkan suatu pertanyaan besar. Jika Allah telah memilih Isa Al Masih sebagai Wali-Nya di bumi untuk semua hal yang diuraikan, maka, siapa sebenarnya Isa Al Masih?
Yang Di Hadapan Siapa Mesjid Akan Menengadah
Mesjid-mesjid memberikan Isa Al Masih suatu sambutan yang tidak lazim. Suatu Hadis mengatakan:
Mesjid-mesjid akan menengadah begitu Isa Al Masih muncul, karena ia akan datang kembali...dan bagi orang yang hidup sampai saat kedatangannya akan percaya kepadanya. [130]
Ini sambutan yang luar biasa! Semua mesjid di dunia membungkuk, menghormati Isa Al Masih.
Pada saat mata orang menjadi buta dan pikirannya tertipu, batu-batu mesjid akan menyerahkan penghargaan yang sepantasnya kepada Isa Al Masih. Dan mengapa tidak? Jika para malaikat disuruh menyembah dan membungkukan dirinya kepada Nabi Adam—yang kemudian mengeluarkan manusia dari Firdaus—makanya betapa harus lebih besar mereka menyembah orang yang membawa kembali manusia ke Firdaus. Begitupun mesjid-mesjid tidak akan segan untuk melakukan hal yang sama.
Penguasa Umatnya Nabi Muhammad, saw
Nabi Muhammad, saw., berdoa memohon perlindungan dari Allah dari godaan si Dajjal. [131] Isa Al Masih datang untuk menghancurkan si Dajjal hanya dengan sekali pandang. Dari seluruh Hadis, tidak ada satu ceritera pun yang membicarakan Nabi Muhammad, saw., atau orang lainnya yang dibangkitkan kembali untuk memerangi Al Masih yang Palsu untuk memenuhi maksud-maksud Allah, atau bahkan tidak ada siapa yang boleh berperan serta. Isa Al Masih lah yang akan menjalankan peranan yang berserjarah ini tanpa bantuan siapa pun.
Oleh karena itu, Nabi Muhammad, saw., merasa bahagia bahwa Isa seyogyanya mengunggulinya sebagai penguasa umatnya. 'Tidak ada nabi atau utusan Allah di antara aku dan Isa, hanya Isalah yang akan mengungguliku di bangsaku setelah aku. [132]
Kesan yang boleh dipetik dari Hadis ini adalah bahwa umat Nabi Muhammad, saw., akan merupakan bagian dari umat dalam kekuasaan Isa Al Masih di Hari Kiamat. Memang benar dan jelas sekali, Nabi Muhammad, saw., menganggapnya sebagai suatu kehormatan baginya bahwa Isa Al Masih merupakan hakim umatnya. Ia puas dan senang bahwa umatnya akan menjadi umat Isa Al Masih sebelum Hari Penghakiman.
Inilah jelas dari Hadis yang mengatakan bahwa bila Isa Al Masih menyalami Nabi Muhammad, saw., di dalam kubur, Nabi Muhammad, saw., akan membalasnya kembali: 'Isa, anak Maryam, akan turun ke dunia....Ia akan mendatangi kuburanku dan menyalamiku dan aku akan membalas salamnya. [133]
Satu Teriakan Saja
Suyuti menghubungkan dua ceritera tentang kekuasaan Isa Al Masih membangkitkan manusia dari kubur, tetapi titik berat yang khas suara Isa Al Masih.
Bani Israel datang kepada Isa dan memohon kepadanya: 'Saam, anaknya Nabi Nuh, dikubur disini, tidak jauh. Panggillah Tuhan untuk membangkitkannya kembali dari kubur.' Isa kemudian memanggilnya hanya dengan sekali teriakan, dan Saam keluar dari kubur tetapi rambutnya beruban. Orang yang menyaksikan berucap, 'Ia mati ketika sedang muda belia—mengapa rambutnya beruban?' Saam menjawab, 'Ketika saya mendengar suara Isa Al Masih, saya menganggapnya "Satu Teriakan Itu".' [134]
Dalam ceritera yang kedua, Isa menghidupkan saudaranya:
Ketika kuburan saudaranya diperlihatkan kepadanya, ia memanggilnya dengan satu teriakan. Saudaranya itu keluar dengan rambut beruban....Isa menanyakan, 'Apa yang terjadi kepadamu?' Ia menjawab, 'Saya mendengar suaramu dan saya menganggapnya "Satu Teriakan Itu".' [135]
Ungkapan 'hanya satu teriakan' ditemukan dalam beberapa ayat Al-Qur'an.
Mana bisa kamu akan dapat menyelamatkan diri dari 'hura-hara goncangan suatu hari', di mana anak-anak dapat beruban karena memikirkan kedahsyatannya kalau kamu tetap saja kafir. [136]
Tiada lain yang mereka nantikan, hanya satu teriakan yang berkepanjangan tidak bersela. [137]
Dan dengarkanlah [hai rasul pada rangkaian peristiwa Kiamat], suatu hari di mana malaikat menyeru dari tempat yang dekat, dari tempat mana, mereka mendengar teriakan dengan sebenarnya. Itulah 'Hari Kemunculan'. Sesungguhnya Kamilah yang menghidup dan mematikan. Dan hanya kepada Kamilah tempat kembali. Pada hari, di mana bumi belah-belah, lalu mereka segera bermunculan. Pengumpulan yang demikian bagi Kami adalah mudah. [138]
Tidak ada lain yang mereka nanti-nantikan, selain dari satu teriakan saja; teriakan mana, akan memusnahkan mereka ketika mereka masih bertengkar. [Karena itu], mereka tidak sempat membuat suatu wasiat pun, dan tidak sempat [pula] menemui keluarganya. Dan ditiuplah [untuk kali yang kedua], maka dengan serta-merta mereka keluar dari kuburnya, dan segera datang kepada Tuhannya. Mereka mengeluh: 'Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangunkan kami dari tempat kami tidur ini?' Inilah [peristiwa] yang dijanjikan oleh Tuhan yang Maha Pengasih [dahulu], dan kini terbuktilah kebenaran Rasul-rasul [yang pernah mengatakannya. Mengembalikan hidup sesudah mati itu] hanya dengan satu kali teriakan saja. Lalu mereka semua dibawa ke hadapan Kami. Pada hari [Kiamat] itu, seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun, dan kamu tidak diberi pembalasan kecuali menurut imbangan perbuatanmu. [139]
Hadis menjelaskan 'hanya satu teriakan saja' merupakan pernyataan Allah yang terakhir mengungkapkan kemarahannya ke atas dunia:
...Kita tidak tahu saat Hari Kiamat...dan begitu juga kita tidak tahu kapan satu teriakan itu....Belum ada sebelumnya yang tidak diikuti oleh kemarahan Allah atas dunia ini. [140]
Ceritera-ceritera yang disajikan Suyuti menunjukkan bahwa suara Isa Al Masih seperti suatu teriakan akhir 'yang berkepanjangan tidak bersela.' Suaranya bahkan akan membuat orang yang mati menjadi bergetar dan rambutnya langsung beruban karena rasa takutnya yang besar dan karena juga mereka pikir itu adalah 'Satu Teriakan Itu' yang menunjukkan 'Hari Kemunculan', yaitu Hari Kebangkitan, Hari Kiamat.
Apakah orang Muslim di masa awal perkembangannya Islam percaya bahwa suara Isa Al Masih bisa membangunkan orang mati di Hari Kiamat dan mengantarkan mereka pada pengadilan akhir Allah? Ceritera-ceritera Suyuti menjawab demikian.
Pekerjaan Isa Yang Paripurna
Kemudian timbul banyak pertanyaan: Apa lagi yang harus diselesaikan yang tidak akan Isa Al Masih lakukan? Setelah semua keberhasilannya, bisakah yang lainnya memperbaiki atau bahkan menambah hasil kerjanya? Apa lagi kebutuhan manusia yang dikhawatirkan atau harapan yang mungkin tidak akan dipuaskan ketika Isa Al Masih datang kembali?
Keberhasilan apa lagi yang bisa didapat setelah transformasi yang bersifat mujizat dari alam yang kembali seperti saat sebelum dosa masuk ke dunia?
Apa lagi yang bisa dikerjakan setelah adanya pembaharuan atas manusia diengan diberikannya kewenangan sehingga ia menjadi Khalifah Allah yang benar di dunia untuk pertama kalinya setelah suatu kejatuhan?
Apa lagi yang bisa dicapai setelah kedamaian ditegakkan di bumi dan perang antara bangsa tidak ada lagi?
Apa lagi yang bisa diraih setelah Isa Al Masih meneggakan kedamaian antara manusia dengan saudaranya dan semua kebencian, kedengkian, dan kejahatan hati dilenyapkan? Dengan ini, Hadis akan terpenuhi: 'Seluruh dunia akan sarat dengan perdamaian seperti sebuah bejana yang terisi air.' [141]
Apa lagi yang bisa dicapai setelah umat manusia dikembalikan lagi untuk patuh atau taat kepada Pembuat dan Pencipatnya sehingga 'satu rak'ah sholat akan lebih berharga daripada dunia beserta seluruh isinya.' [142]
Seorang Milik Semua Bangsa
Sekali lagi, kita bertanya: Siapakah Isa Al Masih? Siapakah orangnya yang bisa memuaskan setiap cita-cita, kerinduan, dan kebutuhan umat manusia? Siapakah orangnya yang bisa menyelesaikan semua masalah dunia dan memulihkan ciptaan Allah kembali ke keadaan aslinya sewaktu dibikin oleh Tuhan yang Maha Kuasa?
Ia hanya satu orang tetapi setiap orang menjadi puas. Seorang manusia bagi berjuta-juta umat. Seorang manusia bagi semua bangsa. Seorang manusia yang mengisi hati semua orang.
Mengapa hanya orang ini yang lebih agung daripada nabi-nabi lainnya dalam setiap langkahnya? Apa yang Allah sedang coba untuk membukakan rahasianya melalui dia? Bisakah kita mengabaikan dia begitu saja?
Adalah penting untuk dicatat bahwa rajanya semua penipu adalah si Dajjal yang tidak akan berpura-pura sebagai Nabi Musa atau Nabi Ibrahim atau nabi-nabi lainnya; ia hanya akan berpura-pura sebagai Isa Al Masih.
Ini merupakan suatu pernyataan yang tidak langsung yang mengungkapkan bahwa Isa Al Masih memiliki kepribadian yang teragung yang pernah nampak di bumi ini. Ini suatu konfirmasi dan pengesahan akan penjunjungan dan kemulian yang unik yang lebih mulia atas semua sifat manusia dan nabi-nabi lainnya, yaitu, suatu penjunjungan dan kemulian yang Allah sendiri telah memilih untuk Isa Al Masih.
Jelas, penjunjungan yang semacam ini tidak bisa diberikan bagi manusia biasa, karena kalau diberikan kepada manusia biasa, ia akan didewa-dewakan seperti halnya memuja berhala. Jadi, sudah amat jelaslah bahawa Al-Masih Isa itu bukanlah sekadar seorang "manusia biasa" sahaja !
Indeks Utama
[1] Nurbakash, Javad, Jesus in the Eyes of the Sufis, Khaniqahi-Nimatullahi Publications, London, 1983, hal. 25.
[2] Ibid., hal. 9.
[3] Ibid., hal. 53-54.
[4] Ibid., hal. 39.
[5] Al Hendy, Kanzol 'Ummal, Jilid 17, Hadis No. 1034.
[6] Ibid., Hadis No. 1033.
[7] Al-Qur'an 43:61.
[8] Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah (versi bahasa Ara
, bagian 20, catatan kaki 4. Tekanan di aslinya.
[9] Ibid., Jilid 23, Hadis No. 116 (2940), catatan kaki 1.
[10] Al Hendy, Kanzol 'Ummal, Jilid 17, Hadis No. 1004.
[11] Ibid., Hadis No. 604.
[12] Dikutipkan Syekh 'Abd Al-'Aziz 'Ez Al-Din Al-Sirawany dalam Ahidith Said Al-Morsalin 'An Hawadeth 'Al-Qarn 'Al-'Eshrin, dari Tirimizy, Dar Al-Afaq Al-Jadidah, Beirut, Edisi Pertama, 1982, hal. 12.
[13] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 791.
[14] Ibid.
[15] Suyuti, Commentary on the Qur'an 47:18.
[16] Al Hendy, Kanzol 'Ummal, Jilid 18, Hadis No. 791.
[17] Ibid., Hadis No. 707.
[18] Ibid., Hadis No. 710.
[19] Ibid., Jilid 17, Hadis No. 754.
[20] Ibid., Hadis No. 704.
[21] Ibid., Hadis No. 621. Lihat juga Sunan Ibn-Majah: 2:259, dan El-Sha'arany: Mukhtasar Tazkeraht El-Emam Al-Qartaby, hal. 170.
[22] Sahih Al-Gam'e Al-Sagir 2638, disyahkan Syekh Naser Al-Din Al-Albany. Dikutipkan oleh Syekh 'Abd Al-'Aziz 'Ez Al-Din Al-Sirawany dalam Ahidith Said Al-Morsalin 'An Hawadeth 'Al-Qarn 'Al-'Eshrin, Dar Al-Afaq Al-Jadidah, Beirut, Edisi Pertama, 1982, hal. 20.
[23] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 539.
[24] Sahih Al-Gam'e Al-Sagir 2638, disyahkan Syekh Naser Al-Din Al-Albany. Dikutipkan oleh Syekh 'Abd Al-'Aziz 'Ez Al-Din Al-Sirawany dalam Ahidith Said Al-Morsalin 'An Hawadeth 'Al-Qarn 'Al-'Eshrin, Dar Al-Afaq Al-Jadidah, Beirut, Edisi Pertama, 1982, hal. 56.
[25] 'Aqidat Al-Ferqah Al-Nageyah, al Sabouni, disunting oleh Abd Allah Hajaj, Dar Al-Gil, Beruit, 1987, hal. 212.
[26] Sunan al Tirmizi, Jilid 5, hal. 18, Hadis No. 2630.
[27] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 951.
[28] Ibid., Hadis No. 987.
[29] Ibid., Hadis No. 992.
[30] Ibid., Hadis No. 935. Lihat juga Sahih Muslim, versi Bahasa Inggris, Hadis No. 7037.
[31] Sahih Bukhary, versi Bahasa Arab-Inggris, Jilid 9, Hadis No. 243.
[32] Mosnad Ibn Hanbal, Al-Maktab Al-Islami, Beirut, 1969, Jilid 2, hal. 522.
[33] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 771.
[34] Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah (terjemahan bahasa Inggris). Hadis No. 7015.
[35] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 971.
[36] Ibid., Hadis No. 1001.
[37] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 769.
[38] Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah (terjemahan bahasa Inggris). Hadis No. 7005.
[39] Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah (terjemahan bahasa Inggris), Hadis No. 7000.
[40] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 1017.
[41] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 1037.
[42] Ibid., Jilid 17, Hadis No. 1028.
[43] Ibid., Hadis No. 1018.
[44] Ibid., Hadis No. 1024.
[45] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 791.
[46] Suyuti, Commentary on the Qur'an 6:158.
[47] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 812.
[48] Sunan Ibn Majah, Jilid 2, Hadis No. 4077.
[49] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 976.
[50] Ibid., Hadis No. 1015. Lihat juga Sahih Muslim, terjemahan bahasa Inggris, Hadis No. 6990 dan 6991.
[51] Ibid., Hadis No. 1014.
[52] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 804.
[53] Ibid., Jilid 17, Hadis No. 1025.
[54] Suyuti: Al 'El'lam Behokm Isa. Dikutipkan oleh Haddad di Madkhal ela al Hewar al Islamy al Masihy, Buku 1, al Maktabah al Boulesiah, Lebanon, 1969, hal. 181.
[55] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 994.
[56] Sahih Muslim,terjemahan bahasa Inggris, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah, Hadis No. 2897.
[57] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 770.
[58] Ibid., Hadis No. 808.
[59] Sahih Al-Gam'e Al-Sagir, Hadis No. 4183. Lihat juga Al Hendy Jilid 17, Hadis No. 1020.
[60] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 919.
[61] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 814.
[62] Ibid., Jilid 17, Hadis No. 1018.
[63] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 803.
[64] Ibid., Hadis No. 802.
[65] Ibid., Hadis No. 813.
[66] Suyuti, Commentary on the Qur'an 6:158.
[67] Al Hendy, Kanzol 'Ummal, Jilid 17, No. 704.
[68] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 604.
[69] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 791.
[70] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 802.
[71] Sahih Muslim,terjemahan bahasa Inggris, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah, Hadis No. 2897.
[72] Al-Qur'an 2:30.
[73] Al-Qur'an 20:123.
[74] Al-Qur'an 5:30.
[75] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 987.
[76] Dikutipkan Syekh 'Abd Al-'Aziz 'Ez Al-Din Al-Sirawany dalam Ahidith Said Al-Morsalin 'An Hawadeth 'Al-Qarn 'Al-'Eshrin, dari Tirimizy, Dar Al-Afaq Al-Jadidah, Beirut, Edisi Pertama, 1982, hal. 12.
[77] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 992.
[78] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 1018.
[79] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 919.
[80] Al-Mashkat 5394, dikutipkan Syekh 'Abd Al-'Aziz 'Ez Al-Din Al-Sirawany dalam Ahidith Said Al-Morsalin 'An Hawadeth 'Al-Qarn 'Al-'Eshrin, dari Tirimizy, Dar Al-Afaq Al-Jadidah, Beirut, Edisi Pertama, 1982, hal. 7.
[81] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 804.
[82] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 814.
[83] Al-Qur'an 49:13.
[84] Sahih Al-Gam'e Al-Sagir, disyahkan Syekh Naser Al-Din Al-Albany, Hadis No. 4183. Lihat juga Al Hendy Jilid 17, Hadis No. 1020; Jilid 18, Hadis No. 808.
[85] Al-Qur'an 20:118-119.
[86] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 919.
[87] Al-Qur'an 2:35.
[88] Suyuti, Commentary on the Qur'an 6:158.
[89] Al-Qur'an 3:48. Lihat juga Al-Qur'an 5:110.
[90] Al Hendy, Kanzol 'Ummal, Jilid 18, Hadis No. 814.
[91] Sahih Al-Gam'e Al-Sagir, disyahkan Syekh Naser Al-Din Al-Albany, Hadis No. 4183. Lihat juga Al Hendy Jilid 17, Hadis No. 1020.
[92] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 935.
[93] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 771.
[94] Mosnad Ibn Hanbal, Jilid 2, hal. 522. Lihat juga Sahih Bukhary, versi Bahasa Arab-Inggris, Jilid 9, Hadis No. 244.
[95] Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah (versi bahasa Ara
, bagian 20, catatan kaki 4.
[96] Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah (terjemahan bahasa Inggris). Hadis No. 7015.
[97] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 971.
[98] Sunan Ibn Majah, Jilid 2, hal. 1361, Hadis No. 4077.
[99] Suyuti, Commentary on the Qur'an 6:158.
[100] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 789.
[101] Al-Qur'an 37:6. Lihat juga 41:12; 67:5.
[102] Al-Qur'an 89:21-23.
[103] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 976.
[104] Ibid., Hadis No. 1001.
[105] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 593.
[106] Sahih Muslim, 8:138. Dikutipkan Syekh 'Abd Al-'Aziz 'Ez Al-Din Al-Sirawany dalam Ahidith Said Al-Morsalin 'An Hawadeth 'Al-Qarn 'Al-'Eshrin, dari Tirimizy, Dar Al-Afaq Al-Jadidah, Beirut, Edisi Pertama, 1982, hal. 80.
[107] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 769.
[108] Al-Qur'an 7:16-17.
[109] Al Hendy, Jilid 18, Hadis No. 814.
[110] Al-Qur'an 2:210.
[111] Suyuti, Commentary on the Qur'an 6:158.
[112] Al-Qur'an 39:69.
[113] Al-Qur'an 43:61.
[114] Qartabi, Fath al-Qadeer, menafsirkan Al-Qur'an 43:61.
[115] Shokani, Fath al-Qadeer, menafsirkan Al-Qur'an 43:61.
[116] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 1017.
[117] Ibid., Hadis No. 1018.
[118] Sahih Muslim,terjemahan bahasa Inggris, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah, Hadis No. 2897. Lihat juga Sunan Ibn Majah, Jilid 2, Hadis No. 4077.
[119] Sahih Muslim. Dikutipkan Syekh 'Abd Al-'Aziz 'Ez Al-Din Al-Sirawany dalam Ahidith Said Al-Morsalin 'An Hawadeth 'Al-Qarn 'Al-'Eshrin, dari Tirimizy, Dar Al-Afaq Al-Jadidah, Beirut, Edisi Pertama, 1982, hal. 32.
[120] Al-Qur'an 95:4.
[121] Sahih Bukhary, versi Bahasa Arab-Inggris, Jilid 9, Hadis No. 244. Lihat juga Mosnad Ibn Hanbal, Al-Maktab Al-Islami, Beirut, 1969, Jilid 2, hal. 522.
[122] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 1018.
[123] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 814.
[124] Ibid., Jilid 17, Hadis No. 919.
[125] Al-Qur'an 3:49.
[126] Al Hendy, Jilid 17, Hadis No. 1034.
[127] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 813.
[128] Ibid., Jilid 17, Hadis No. 1018.
[129] Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan Wa Ashrat As-sa'ah (terjemahan bahasa Inggris), Hadis No. 7000.
[130] Ibid., Jilid 18, Hadis No. 803.